Showing posts with label Bioteknologi. Show all posts
Showing posts with label Bioteknologi. Show all posts

Tuesday, December 6, 2011

Dampak Penerapan Bioteknologi Terhadap Kehidupan

Dampak Penerapan Bioteknologi


  • Dampak Lingkungan
    Pelepasan organisme transgenik ( berubah secara genetik ) ke alam bebas dapat menimbulkan dampak berupa pencemaran biologi yang dapat lebih berbahaya daripada pencemaran kimia dan nuklir. Dengan keberadaan rekayasa genetika, perubahan genotipe tidak terjadi secara alami sesuai dengan dinamika populasi, melainkan menurut kebutuhan pelaku bioteknologi itu.
  • Dampak terhadap Kesehatan
   Produk rekayasa di bidang kesehatan dapat juga menimbulkan masalah serius. Contohnya adalah penggunaan insulin hasil rekayasa telah menyebabkan 31 orang meninggal di Inggris. Tomat Flavr Savrt diketahui mengandung gen resisten terhadap antibiotik.
  • Dampak Di Bidang Sosial Ekonomi
    Produk bioteknologi dapat merugikan petani kecil. Ppenggunaan hormon pertumbuhan sapi ( bovine growth hormone : BGH )  dapat meningkatkan produksi susu sapi sampai 20 % niscaya akan menggusur peternak kecil. Dengan demikian, bioteknologi dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi.

  • Dampak Terhadap Etika
    Menyisipkan gen makhluk hidup lain memiliki dampak etika yang serius. Menyisipkan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat dianggap melanggar hukum alam dan sulit diterima masyarakat. Mayoritas orang Amerika berpendapat bahwa perpindahan gen itu tidak etis, 90 % menentang pemindahan gen manusia ke hewan, 75 % menentang pemindahan gen hewan ke hewan lain.




Bioteknologi Modern



Bioteknologi Modern

a.   Rekayasa genetika



Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencangkokkan gen atau kombinasi DNA.Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkomendasikan.

1)  Transplantasi Inti
    Tranplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat sesuai dengan inti yang diterimanya. Translantasi inti pernah dilakukan terhadap sel katak. Inti sel tersebut dimasukkan kedalam ovum tanpa inti, sehingga terbentuk ovum dengan inti diploid. Setelah diberi inti baru, ovum membelah secara mitosis berkali – kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula. Blastula tersebut selanjutnya dipotong – potong menjadi banyak sel dan diambil intinya. Kemudian inti tersebut ke dalam ovum tanpa inti yang lain. Pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah banyak. Masing – masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama.

2)  Fusi Sel
    Fusi sel adalah peleburan dua sel baik dari spesies yang sama maupun berbeda supaya terbentu sel bastar atau hibridoma. Fusi sel diawali oleh pelebaran membran dua sel serta diikuti oleh peleburan sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti sel ( kariogami ). Manfaat fusi sel, antara lain untuk pemetaan kromoson antibodi monoklonal, dan membentuk spesies baru. Didalam fusi sel diperlukan adanya :
a.    Sel sumber gen ( sumber sifat ideal )
b.    Sel wadah ( sel yang mampu membelah cepat )
c.    Fusigen ( zat – zat yang mempercepat fungsi sel )

3)  Teknologi plasmid
    Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat didalam sel bakteri atau ragi di luar kromosonnya. Sifat – sifat plasmid, antara lain :
  • Merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu.
  • Dapat beraplikasi diri
  • Sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan plasmid induk 
Karena sifat – sifat tersebut di atas plasmid digunakan sebagai vektor atau pemindah gen ke dalam sel target.

4)  Rekombinasi DNA
    Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA – DNA dari sumber yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada didalamnya. Oleh karena itu rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen.
Rekombinas DNA dapat dilakukan karena alasan – alasan sebagai berikut :
-    Struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama
-    DNA dapat disambungkan

b.  Bioteknologi bidang kedokteran
    Bioteknologi mempunyai peran penting dalam bidang kedokteran, misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal, vaksin, antibiotika, dan hormon.

1)  Pembuatan antibodi monoklonal
    Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber tunggal. Manfaat antibodi monoklonal, antara lain :
  • Mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil.
  • Mengikat racun dan menonaktifkannya.
  • Mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.

2)   Pembuatan vaksin
    Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mirkoorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.

3)  Pembuatan antibiotika
   Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme yang ada disekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu.Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar – besaran pada perang dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris.

4)  Pembuatan hormon
   Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk memproduksi hormon. Hormon – hormon yang telah diproduksi, misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison, dan testosteron.

c.  Bioteknologi bidang pertanian
1)  Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
    Nitrogen (N2) merupakan unsur esensial dari protein DNA dan RNA. Pada tumbuhan polong – polongan sering ditemukan nodul pada akarnya. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan polong – polongan dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri. Dengan bioteknologi, para peneliti mencoba mengembangkan agar bakteri Rhizobium dapat hidup dalam akar selain tumbuhan polong – polongan.

2)  Pembuatan tumbuhan tahan lama
   Tanaman yang tahan lama dapat dibuat melalui rekayasa genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan gen yang menentukan sifat kebal penyakit.

d.  Bioteknologi bidang peternakan
   Dengan bioteknologi dapat dikembang produk – produk peternakan. Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST ( Bovin Somatotropin Hormon ),.

e.  Bioteknologi pengolahan limbah
   Kaleng, kertas berkas, dan sisa makanan, sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki oleh manusia. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan ditimbun, dibakar, atau didaur ulang.

    Salah satu proses daur ulang sampah yang telah diuji beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis. Proses pirolisis yaitu proses dekomposisi bahan – bahan sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen.

   Kelebihan bahan bakar hasil proses daur ulang adalah rendahnya kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Bahan hasil perombakan zat – zat makroorganik  ( dari hewan, tumbuhan, manusia ataupun gabungannya ) secara biologis kimiawi dengan bantuan microorganisme ( misalnya bakteri, jamur ) serta oleh hewan – hewan kecil disebut kompos.


Bioteknologi Konvensional ( Tradisional )


Bioteknologi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Bioteknologi Konvensional ( Tradisional )
2. Bioteknologi Modern
Pada kesempatan ini saya akan mencoba membahas tentang bioteknologi konvensional....


A. Bioteknologi Konvensional ( Tradisional )

  1. Pengolahan Bahan Makanan
  1. Pengolahan produk susu
Susu dapat diolah menjadi bentuk – bentuk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
  1)      Yoghurt
Untuk membuat yoghurt, susu dipasteurisasi, terlebih dahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
  2)      Keju
Dalam pembuatan keju digunakan bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri tersebut berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat.
3)      Mentega
Pembuatan mentega menggunakan microorganisme Streptococcus lactis dan Lectonostoceremoris.

  1. Produk makanan nonsusu
1)      Kecap
Dalam pembuatan kecap, jamur, Aspergillus oryzae dibiakkan pada kulit gandum terlebih dahulu. Jamur Aspergillus oryzae bersama – sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum.
2)      Tempe
Tempe kadang – kadang dianggap sebagai bahan makanan masyarakat golongan menengah ke bawah, sehingga masyarakat merasa gengsi memasukkan tempe sebagai salah satu menu makanannya.

  1. Bioteknologi Bidang Pertanian
  1. Penanaman secara hidroponik
Hidroponik berasal dari bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti bekerja. Jadi, hidroponik artinya pengerjaan air atau bekerja dengan air. Adapun metode yang digunakan dalam hidroponik, antara lain metode kultur air ( menggunakan media air ), metode kultur pasir ( menggunakan media pasir ), dan metode porus ( menggunakan media kerikil, pecahan batu bata, dan lain – lain ). Metode yang paling berhasil dan mudah diterapkan adalah metode pasir.
Bahan dasar yang dibutuhkan  tanaman adalah air, mineral, cahaya dan CO2. cahaya telah terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2  sudah cukup melimpah di udara. Sementara itu kebutuhan air dan mineral dapat diberikan dengan sistem hidroponik, artinya keberadaan tanah sebenarnya bukanlah hal yang utama.

  1. Penanaman secara aeroponik
Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti daya. Jadi, aeroponik adalah pemberdayaan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan tipe hidroponik ( memberdayakan air ), karena air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman.


Pengertian Bioteknologi

Pengertian Bioteknologi, Pembagian Bioteknologi, Dampak dari Bioteknologi, Manfaat Bioteknologi, Bioteknologi Modern, Bioteknologi Konvensional, Bioteknologi dalam bidang kedokteran, Bioteknologi Bidang Pertanian, Rekayasa Genetika 


Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip – prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. Ilmu – ilmu pendukung dalam bioteknologi meliputi mikrobiologi, biokimia,  genetika, biologi sel, teknik kimia, dan enzimologi. Dalam bioteknologi biasanya digunakan mikroorganisme atau bagian – bagiannya untuk meningkatkan nilai tambah suatu bahan.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
           Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sedia kala.